In Memoriam Drs. Jurlismen Radjab, M.Pd.

In memoriam

Selamat Jalan Drs. Jurlismen Radjab, M.Pd.

Oleh: Havid Ardi, S.Pd

Alm. Drs. Jurlismen Radjab, M.Pd.

Sulit untuk mulai menulis tentang beliau, guru, dosen, dan sekarang rekan kerja di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris FBSS Universitas Negeri Padang. Hampir sepuluh tahun yang lalu saat penulis masih menjadi mahasiswa, beliau meminta menulis sebuah “in memoriam” untuk almarhum Pak Hafni (dosen B. Inggris) untuk dimuat di web UNP. Tak pernah terpikirkan, kalau hari ini saya juga akan menuliskan “in memoriam” ini untuk beliau, Pak Yu, sapaan Drs. Jurlismen Radjab, M.Pd.

Pak Jurlismen adalah sosok dosen yang sabar, energik, dan kalau tidak terlalu berlebihan, pemikirannya dan cara beliau membelajarkan mahasiswa cukup “futuristik”. Ia tidak pernah memberikan ikan kepada mahasiswa atau menyuapi mahasiswanya. Ia lebih suka memberikan kail dan tantangan agar mahasiswa mampu mencari ikan sendiri dan eksis dengan keterampilan yang telah beliau berikan.

Harapan beliau dengan kail yang telah diberikannya, ia tidak menginginkan jika mahasiswanya hanya sama dengan dirinya. Ia lebih suka mahasiswanya jauh lebih berhasil dan mampu mengembangkan keterampilan yang telah ia berikan. Sosok guru yang mendorong anak didiknya untuk terus maju dan berkembang.

Bila bertemu beliau, saya langsung terpikir mengenai komputer, internet, dan pembelajaran bahasa yang berbasis komputer. Memang beliau salah satu pelopor pembelajaran bahasa berbantuan komputer (Computer Assisted Language Learning/CALL) di Sumatera Barat mungkin Indonesia.

“Nanti pada suatu ketika mahasiswa belajar hanya dari rumah,” ungkap beliau kira-kira dua puluh lima tahun yang lalu kepada mahasiswanya Rusdi, yang kelak menjadi Dekan FBSS UNP. Drs. Rusdi M, A., Ph.D. menceritakan hal ini saat ia membacakan riwayat dosennya tersebut saat melepas “Sang Guru” di Aula Rektorat Universitas Negeri Padang, 23 Desember 2009 untuk yang terakhir kalinya.

Pak Yu tidak hanya melatih mahasiswa untuk mampu berbahasa Inggris dengan baik secara lisan dan tertulis, namun juga memanfaatkan keterampilan itu untuk mencari peluang berusaha melalui media internet. Itu merupakan salah satu keterampilan yang beliau berikan dalam kuliah English for Correspondence diakhir tahun sembilan puluhan silam. Padahal saat itu belum ada yang menggaungkan “entrepreneurship” atau kewirausahaan dalam perkuliahan.

Idenya menerapkan pembelajaran berbasis komputer ini bukan hal yang mudah. Cukup banyak tantangan dan hambatan yang beliau hadapi. Namun, semangatnya tidak pernah berkurang dalam mengembangkan dan membekali mahasiswa dengan keterampilan ini yang diyakininya akan sangat diperlukan di masa mendatang.

Pak Yu tipe dosen yang benar-benar menerapkan sistem “learning by doing”. Begitulah, saat beliau meminta penulis membuat “in memoriam” yang dimuat di web UNP saat ia menjabat sebagai kepala Biro Otonomi dan Kerja Sama (BOKS) Universitas Negeri Padang. Ia meyakinkan penulis mampu melakukan hal itu.

Saat menjadi kepala BOKS UNP ia memberikan kesempatan yang luas kepada semua mahasiswa untuk berlatih dan magang. Ia suka mahasiswa yang pantang menyerah dan tertarik dengan dunia maya yang saat itu belum begitu “booming” seperti saat ini. Ia sangat menghargai dan mendorong kreativitas stafnya yang merupakan mahasiswanya. Ia ingin web UNP saat itu menjadi sumber informasi mengenai UNP secara lengkap namun sayang hal itu belum sempat terwujud.

Beliau mengawali kariernya sebagai dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris tahun 1973 silam. Kemampuannya dalam menulis, manajemen, dan komputer banyak mengantar beliau mengemban tugas ikut membangun dan mengembangkan universitas sejak masih zaman IKIP Padang. Diantara jabatan yang pernah diembannya antara lain: Ketua tim pengajar B. Inggris di SD laboratorium tahun 1970-1983, Kepala Biro Perencanaan dan Afialiasi IKIP Padang 1979-1983, Kepala Biro Rektor 1980-1983, Pimpinan Redaksi Forum Pendidikan 1980-2006, Ketua Sistem Informasi Manajemen IKIP Padang 1982-1986, Kepala Bagian Perencanaan IKIP Padang 1982-1986, Ketua Tim Penulis Pidato Rektor IKIP Padang 1983-1991, Sekretaris Rektor IKIP Padang 1984-1991, Kepala bagian Puskom IKIP Padang 1986-1992, Wakil Kepala BOKS 1992-1997, Waka Bagian Perencanaan & Pengembangan IKIP Padang 1992-1997, Kepala BOKS 2000-2005.

Di samping di UNP, beliau juga staf pengajar di Universitas Bung Hatta Padang dan STKIP PGRI Padang. Bahkan beliau sempat menjadi Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI dari tahun 1985-1994.

Mungkin tak sedikit waktu yang kita perlukan untuk mengenang jasa dan kiprah beliau dalam mencerahkan dunia pendidikan di Sumatra Barat dan Universitas Negeri Padang khususnya. Sekarang “sang guru” tersebut telah pergi untuk selamanya pada subuh 23 Desember 2009 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Tunggul Hitam tepat di dekat makam ayahandanya Radjab Dt. Mangkuto. Ia meninggalkan seorang istri dan ratusan anak didiknya yang telah dibekali dengan ilmu yang diharapkan bermanfaat bagi semua.

Terima kasih guruku. Selamat Jalan. (23/12/HA)

3 Responses

  1. innalillahi wa innailaihirajiun….. au baru tau kabar ini stlh liat artikel bpak di FB… brkurang lagi satu orang baik di kampus qt…. turut berduka cita dari kami mhsswa bhasa inggris trutma yg prnah bljar bsm bapak Juju

  2. Saya juga baru tahu kabar ini ketika saya coba menyibak halaman FB UNP. Walaupun sudah sangat telat, saya mau haturkan ungkapan belasungkawa sedalam-dalamnya. Almarhum adalah sosok yang sangat baik, motivator hebat kepada mahasiswa. Saya masih ingat betul saat kuliah CALL dengan almarhum. Beliau sangat menghargai kreatifitas anak didiknya khususnya dalam pemanfaatan teknologi komputer untuk peningkatan kemampuan berbahasa Inggris. Walaupun beliau tidak ada lagi, jasa dan pengabdiannya akan senantiasa dikenang sepanjang masa. Amin….

  3. Inalillahi Wa Ina ilaihi rajiuun. Beliau adalah orang yang pertama kali memperkenalkan saya apa itu e-mail & internet. Orang yang sangat sabar, ramah, rendah hati, cerdas, humoris bahkan sering berbagi waktu dengan saya untuk berdiskusi tentang kreativitas mahasiswa, high tech & berbagai permasalahan sosial lainnya. Tidak pernah pernah ada sedikitpun kesombongan dalam tutur kata beliau. Teriring doa untuk pak Yu, Semoga Allah swt memberikan tempat terbaik bagi beliau. Amin ya Rabbal Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: